Pemerintah Daerah DIY

DINAS KOMINFO DIY

Get Adobe Flash player

Call Center Informasi

Peta Lalulintas

Home Berita Perpusnas Gelar Safari di Kulon Progo
User Rating: / 0
PoorBest 

Kulonprogo - Perpustakaan Nasional gelar Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan dilaksanakan dengan mengadakan Talk Show dengan tema "Membangun Karakter Bangsa Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan", yang dimeriahkan oleh "Budi Doremi".

Narasumber Kepala Perpustakaan Nasional Dra.Sri Sularsih,MSi, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryadi, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo,SH,MM dan Narasumber Pusat Budi Syahbudi, (Budi Doremi).

Kegiatan dilaksanakan di Aula Adikarto Gedung Kaca Pemkab Kulon Progo, Rabu (28/10).

 

Kegiatan ini dimaksudkan guna mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk belajar sepanjang hayat (long life education).

Dengan peserta 200 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Penggiat Perpustakaan, Taman Bacaan, Pemerhati Perpustakaan dan minat baca, kepala pengelola perpustakaan (Sekolah, Perguruan Tinggi, Ponpes, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Komunitas), Siswa SMA, LSM, Organisasi Profesi, PKK, Karang Taruna, Budayawan, Masyarakat Umum, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, dan SKPD terkait.


Kepala Perpustakaan Nasional Dra.Sri Sularsih,MSi secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Bupati Kulon Progo dokter Hasto dan Kepala BPAD Yogyakarta Budi Wibowo,SH,MM yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap program pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar membaca guna peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kulon Progo.

"Dengan kegiatan ini saya berharap akan dapat mendorong masyarakat Kulon Progo untuk mencintai budaya local, lebih dekat dengan buku, menjadikan perpustakaan sebagai sahabat terbaik sekaligus sebagai pusat belajar dari masyarakat sehingga berujung pada peningkatan kualitas SDM" kata Sri Sularsih yang kelahiran Panjatan Kulon Progo.

Sri Sularsih menyampaikan berdasarkan penilaian UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2014 pada peringkat 108 dari 187 negara, lebih tinggi dari Myanmar (150), Laos (139, Kamboja (136), Vietnam (121) dan Filipina (117). Namun masih jauh disbanding Singapura (9), Brunei (30) Malaysia (62) dan Thailand (89). Hal ini menunjukkan Indonesia masih harus kerja keras untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera.

Untuk mencerdaskan masyarakat, pemerintah dan berbagai komponen masyarakat terus mengupayakan pendidikan baik formal maupun non formal, dan salah satunya melalui pengembangan perpustakaan sebagai sarana belajar sepanjang hayat dan merupakan pendukung Sistem Pendidikan Nasional.
Mewujudkan manusia yang cerdas setiap individu harus memiliki kebiasaan membaca/ selalu belajar sepanjang hayat (reading habit), dan terus mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar (learning society).

"Merujuk data yang dikeluarkan BPS tahun 2012, bahwa 91,68% penduduk yang berusia 10 tahun ke atas lebih menyukai menonton televise dan hanya 17,66% penduduk yang menyukai membaca surat kabar, buku dan/atau majalah" tambah Sri Sularsih.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo dokter Hasto menyampaikan dalam mendukung perpustakaan, Pemerintah Kabupaten membuat kebijakan antara lain membangun Perpustakaan yang didukung oleh Pemerintah Pusat, Kemudian disebelah kantor Perpustaan ada taman yang akan menjadi outlet taman bacaan.

Dokter Hasto bersyukur karena menurut Kepala BPAD DIY, Kulon Progo menjadi satu-satunya Kabupaten di DIY yang semua desanya mempunyai perpustakaan.

Dokter Hasto mengajak, seluruh masyarakat untuk gemar membaca, agar masyarakat bebas dari kebodohan dan kemiskinan.

Beliau merasa prihatin, karena perbandingan angka baca di Indonesia 1/1000 penduduk. Jika dibandingkan dengan Negara maju sangat jauh, karena di Negara maju hampir separo penduduknya gemar membaca.

Disampaikan juga, tahapan untuk menjadi seorang yang terampil, harus didahului dengan membaca, kemudian berlatih, dan yang ketiga harus berulang-ulang mengerjakan. (akhmad)

Sumber : http://www.kulonprogokab.go.id

 

e-max.it: your social media marketing partner