Pemerintah Daerah DIY

DINAS KOMINFO DIY

Get Adobe Flash player

Call Center Informasi

Peta Lalulintas

Home Berita Pengisian Perangkat Dengan Perda Baru Lebih Terasa Manfaatnya
User Rating: / 0
PoorBest 

Kulonprogo - Pengisian perangkat desa dengan menggunakan aturan sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang perangkat desa, mulai dirasakan manfaatnya. Setelah dilakukan pengisian perangkat desa di beberapa tempat, manfaatnya mulai dirasakan.

Seperti tidak adanya gesekan dimasyarakat antara calon terpilih dengan yang tidak terpilih, tingkat partisipasi masyarakat untuk menjadi perangkat desa semakin tinggi, serta kualitas pendidikan perangkat desa semakin meningkat disbanding dengan peraturan yang lama.

Terakhir, seperti saat pengisian perangkat desa di Giripeni Kecamatan Wates, dapat berjalan dengan lancar. Kepala Desa Giripeni Wates Priyanti, mengambil sumpah dan melantik 3 perangkat. Ketiganya adalah Listiani sebagai Sekretaris Desa Giripeni, Mutohir,SE sebagai Dukuh Kalikepek dan Yustina Eka Astutiningsih sebagai Dukuh Sideman.

Pelantikan dilaksanakan di Balai Desa Giripeni, Kamis (26/11), dengan dihadiri oleh Kepala BPMPDPKB, Camat Wates, Muspika, BPD Giripeni, keluarga serta tamu undangan.


Seusai pelantikan, Camat Wates Ds.Ariadi,MM menyampaikan, bahwa perangkat desa adalah pelayan masyarakat yang harus siap melayani, bukan untuk dilayani masyarakat. Menjadi pelayan masyarakat juga harus kerja sungguh-sungguh dan disiplin.

Camat menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, sehingga proses dari awal, saat pelaksanaan ujian tanggal 15 November 2015, hingga saat pelantikan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kepada yang dilantik, Camat berpesan, bahwa sejak saat ini status berubah, sudah dipercaya oleh masyarakat menjadi perangkat desa. Mau tidak mau sudah dituakan, dan harus melayani masyarakat.

"Meskipun listiani saat ini masih bujangan. Pemikiran harus menjadi orang tua. Harus memberi pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat. Kepada yang baru saja dilantik, harus mau belajar" kata Camat.

 

Ka BPMPDPKB Dra.Sri Utami,M.Hum menyampaikan, saat ini sudah resmi jadi perangkat desa, harus siap melaksanakan tugas kedepan.

Sesuai Perda No.3 tahun 2015 tentang perangkat desa, peserta dapat hemat, karena
Pendaftaran gratis, karena dibiayai dari APBDes.

Dengan pemerintah membiayai, harapan tidak memberatkan calon perangkat mencari pinjaman. Disamping itu memberi kesempatan orang yang pinter dan mau mengabdi.

Perangkat Desa saat ini mendapat pendapatan dari tanah kas desa dan siltap, hal ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi perangkat dalam menjalankan tugas yang semakin hari semakin berat.

Kepala BPMPDPKB berharap, kepada perangkat desa yang baru saja dilantik, dukuh dan sekdes mulai belajar baik dari yang lebih senior maupun dari membaca.


Dengan banyaknya peraturan yang mengatur tentang desa, Kepala BPMPDPKB juga menghimbau dan mengajak seluruh perangkat untuk terus bekerja keras dan saling bekerjasama.


Dengan sumber pendapatan desa yang banyak, juga sangat diperlukan kepiawaian Kades dan perangkat desa. Tahun 2016 ada sekitar dana desa di Kulon Progo lebih kurang Rp. 60 M untuk 87 desa. Belum ditambah dari sumber dana lainnya.

Sehingga keuangan desa perlu dikelola dengan benar dan memerlukan transparansi. Pemantau pemakaian dana di desa sekarang juga tidak hanya BPD. LSM pun bisa pantau dana desa. Untuk itu harus mau belajar, harus rajin bekerja, disiplin dan dapat jadi contoh kehidupan masyarakat.

"Keterbukaan penting. Mari kit berjalan lurus. Dengan tidak adanya perangkat desa yang lowong (pengisian perangkat desa ini), diharap kegiatan di desa dapat lebih lancar" harapan Ka BPMPDPKB.

 

Jumarna Ka Seksi Trantib Kecamatan Wates menyampaikan, pelantikan perangkat Desa Giripeni ini setelah sebelumnya diadakan proses pengisian perangkat desa.

Sekretaris Desa Listiani (24 th) warga Dobangsan memperoleh nilai 79,5 tertinggi dari 31 peserta lainnya.
Dukuh Kalikepek Mutohir,SE (39 th) warga Kalikepek RT 35 RW 16 memperoleh nilai 67,25 tertinggi dari 2 peserta yang ikut.
Dukuh Sideman Yustina Eka Astutiningsih (39 th) warga Rt 42 Rw 18 Sideman memperoleh nilai 79,75 tertinggi dari 7 peserta lain.


Jumarna menambahkan, pengisian perangkat desa dengan Perda yang baru memberikan dampak positif, karena partisipasi masyarakat untuk ikut lebih tinggi, karena peserta tidak perlu mengeluarkan biaya gratis, dan sudah dibiayai pemerintah desa termasuk pendaftaran.

Kasubid Tata Pemerintahan Desa pada BPMPDPKB Kulon Progo Ernawati Handayani memaparkan dari hasil pemantaua di beberapa tempat, sistem pengisian perangkat desa dengan metode yang baru dampaknya lebih bagus, dibandingkan dengan sistem pemilihan sebelumnya.

"sekarang tidak ada gesekan antar masyarakat dalam memilih dukuh, kondisi masyarakat lebih kondusif. kemudian dari sisi kualitas, tingkat pendidikan juga lebih baik" kata Erna

(akhmad)

Sumber : http://www.kulonprogokab.go.id/

e-max.it: your social media marketing partner